Rss

Jumat, 02 November 2012

SENI BUDAYA NUSA TENGGARA TIMUR/FLORES TIMUR



SENI BUDAYA

     Seni budaya di provinsi nusa tenggara timur begitu banyak dan beragam, semua kabupatan di nusa tenggara timur memilki seni budaya yang etnik.

       Di Kabupaten flores timur sendiri ada beberapa jenis tarian seperti tarian heddung, soka, lilin, dana dani, beku, namma, tapi kali ini saya hanya fokus ke tarian dana-dani. 

1. Dana Dani Pa'a Ma'a ( Kontingen Jakarta )





seni tari dana dani ini mungkin belum banyak yang kenal, seni tari dana dani dulunya selalu di iringi dengan gambus tradisional dan rebada, tapi di zaman moderen tari dana dani selain di iringi dengan gambus tradisional dan rebana kini telah dikolaborasikan dengan biola.

Seni tari dana dani pada awalnya di mainkan 4 orang berpasangan wanita dan pria, pada pertengahan tahun 1983 dana dani Pa’a ma’a di ciptakan oleh putra lohayong, yang inspirasinya  di angkat dari kehidupan  masyarakat lohayong itu sendiri.

2. Grup Dana Dani Pa'a Ma'a Kai Hali ( Lohayong )

Tarian dana dani pa’a ma’a terinspirasi dari kegiatan ibu-ibu petani garam di desa lohayong. Pa’a ma’a sendiri artinya proses pembuatan garam, di desa lohayong pada bulan- bulan tertentu ibu-ibu membuat garam, dari hasil mengolah air laut menjadi garam inilah bisa menyekolahkan putra-putrinya sampai kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, dari ibu-ibu petani garam inilah inspirasi membuat tarian dana dani pa’a ma’a. 

Tarian pa’a ma’a sendiri menceritakan tentang proses dari awal pembuatan sampai akhir  proses pembuatan garam. Dalam tarian pa’a ma’a di selipkan proses pembuatan garam tradisional, seperti saket tanah ( mengemburkan tanah ), rerra tanah ( mengakat tanah yang telah di gembur ), doke tana ( buang tanah) Dll  

2. Grup Dana Dani Pa'a Ma'a Kai Hali ( Lohayong )
 
Tarian ini pernah mendapat juara di tingkat kabupaten Flores timur dan pernah mewakili nusa tenggara timur ke tingkat nasional pada  pada tanggal 26 maret 2007 pada festival maulid senusantara 2 yang di adakan di Jakarta, satu-satunya perwakilan dari provinsi nusa tenggara timur dan mendapat antusias dari para penggunjung yang hadir. 

Tarian dana dani ini di dedikasikan buat ibu-ibu perkasa di desa lohayong yang mau memeras keringat, terpanggang kulit di bawah terik sinar matahari demi menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak di pungkiri hampir semua putra-putri asal lohayong yang sukses di tanah rantauan sukses lantaran sebutir garam. 

mungkin hanya ini yang dapat saya  tulis sebenarnya masih banyak artikel mengenai dana dani Pa'a Ma'a mungkin di lain waktu ane posting lagi 

" FOTO BY ASIR PHOTO STUDIO JAKARTA " 
" asirphotostudio@gmail .com"

1 komentar:

Poskan Komentar